Rangkaian timer menggunakan IC 555 pada gambar
diatas terdiri dari bagian pemberi triger, penentu waktu hidup matinya timer dan
bagian beban (relay) atau inteface ke perangkat yang dikontrol. Fungsi dan
prinsip kerja dari bagian timer menggunakan IC 555 pada gambar diatas adalah
sebagai berikut. Bagian pemberi triger, adalah konfigurasi antara R100K dengan Sensor yang berfungsi untuk memberikan triger ke IC 555 sebagai tanda proses
timing dimulai. Bagian penentu waktu timing, merupakan konfigurasi antara VR
1MOhm dan kapasitor 10 uF yang berfungsi untuk menentukan waktu atau lamanya
timer akan ON atau OF. Dimana lamanya waktu ON atau OFF nya timer ditentukan
oleh waktu proses pengisian kapasitor C 10 uF yang ditentukan oleh nilai
kapasitansi kapasitor 10 uF dan nilai resistansi VR 1 MOhm tersebut. Bagian
beban, adalah relay yang berfungsi untuk menghubungkan antara relay dengan
perangkat yang dikontrol. Relay ini juga berfungsi sebagai isolator antara
kelistrikan timer dengan kelistrikan perangkat yang dikontrol Timer dengan IC
555 ini. Pada relay dipasang dioda yang diparalel secara reverse bias, dioda
ini berfungsi untuk menyerap tegangan induksi dari induktor relay pada saat
dihidupkan dan dimatikan sehingga tidak mempengaruhi sistem kelistrikan
rangkaian timer menggunakan IC 555 ini
Sabtu, 07 September 2013
Jumat, 06 September 2013
TA
Komponen Power Supply
1.
Trafo CT 1
A
2.
Dioda (4) N4001
3.
Elco 4700
uF 50V
4.
Dioda Zener 24V
Komponen System
1.
IC N555
2.
Resistor 100
KΩ
3.
Potensio 1KΩ
4.
Relay
5.
Kapasitor C 10 uF (2)
6.
Dioda N4001
7.
Sensor PIR
8.
Lampu AC
Kamis, 05 September 2013
IC 555
IC 555
Konfigurasi kaki IC 555
1. ground, adalah pin
input dari sumber tegangan DC paling negative
2. trigger, input negative
dari lower komparator (komparator B) yang menjaga osilasi tegangan terendah
kapasitor di 1/3 Vcc dan mengatur RS flip-flop
3. output, pin ini
disambungkan ke beban yang akan diberi pulsa dari keluaran IC ini. IC555 bisa
mengeluarkan arus 100mA pada outputnya bahkan 200mA pada LM555
4. reset, adalah pin yang
berfungsi untuk me reset latch didalam IC yang akan berpengaruh untuk me-reset
kerja IC. Pin ini tersambung ke suatu gate transistor bertipe PNP, jadi
transistor akan aktif jika diberi logika low. Biasanya pin ini langsung
dihubungkan ke Vcc agar tidak terjadi reset latch, yang akan langsung
berpengaruh mengulang kerja IC555 dari keadaan low state
5. control voltage, pin
ini berfungsi untuk mengatur kestabilan tegangan referensi input negative upper
comparator (komparator A). pin ini bisa dibiarkan digantung, tetapi untuk
menjamin kestabilan referensi komparator A, biasanya dihubungkan dengan
kapasitor berorde sekitar 10nF ke pin ground
6. threshold, pin ini
terhubung ke input positif upper comparator(komparator A) yang akan
me-reset RS flip-flop ketika tegangan pada kapasitor mulai
melebihi 2/3 Vcc
7. discharge, pin ini
terhubung ke open collector transistor Q1 yang emitternya
terhubung ke ground. Switching transistor ini berfungsi untuk meng-clamp node
yang sesuai ke ground pada timing tertentu
8. vcc, pin ini untuk
menerima supply DC voltage (most positive) yang diberikan. Biasanya akan bekerja
optimal jika diberi 5 –15V(maksimum). supply arusnya dapat dilihat di
datasheet, yaitu sekitar 10 -15mA.
Power Supply
Prinsip Kerja Power Supply
Tegangan AC 220 volt dari listrik PLN diturunkan oleh trafo atau transformator penurun tegangan yang menerapkan perbandingan lilitan. Dimana perbandingan lilitan dari suatu transformator akan mempengaruhi perbandingan tegangan yang dihasilkan. Tegangan yang dihasilkan oleh trafo masih berbentuk gelombang AC dan harus disearahkan dengan menggunakan penyearah. Rangkaian penyearah yang digunakan memanfaatkan 4 buah dioda yang telah dirancang untuk bisa meloloskan kedua siklus gelombang ac menjadi satu arah saja. Atau anda bisa melihat postingan saya yang lain yang membahas tentang rangkaian penyearah.
Gelombang dua arah yang telah
diubah menjadi satu arah keluaran dari dioda bridge masih memiliki riak
atau masih memiliki amplitude tegangan yang tidak rata. Hal ini
dikarenakan dioda bridge hanya menghilangkan siklus negative dan
menjadikannya siklus positif tetapi tidak merubah bentuk gelombang sama
sekali dimana masih memilki lembah dan bukit. Untuk itu dimanfaatkan
kapasitor yang mempunyai kapasitansi yang cukup besar untuk membuat rata
gelombang tersebut. Hal ini dikarenakan lamanya proses pelepasan muatan
oleh kapasitor sehingga seolah-olah amplitudo dari gelombang tersebut
menjadi rata. Sebenarnya jika anda memahami cara kerja kapasitor anda
bisa mengerti bahwa tingkat kerataan dari gelombang yang dihasilkan
masih dipengaruhi oleh impedansi beban yang kelak akan dihubungkan
dengan rangkaian power supply tersebut. Semakin kecil impdeansi beban
maka akan menjadikan proses pelepasan muatan pada kapasitor akan semakin
cepat, sehingga dengan begitu maka bisa dipastikan gelombang yang
semula rata akan berubah kembali menjadi memiliki riak akibat proses
pelepasan muatan yang begitu cepat.
Langganan:
Komentar (Atom)

